content dev
28 September 2026, 15:08 WIB
Indeks Nikkei di Tokyo naik 0,8% pada perdagangan terakhir, dengan saham-saham terkait chip menjadi penggerak utamanya. Kenaikan ini menyusul menguatnya bursa saham AS pada Jumat, yang terjadi setelah aksi jual di pasar obligasi pemerintah AS mulai mereda.
Benang merahnya ada di pasar obligasi AS. Ketika investor ramai-ramai melepas obligasi pemerintah, harganya turun dan imbal hasilnya naik. Imbal hasil yang naik membuat aset yang dianggap lebih berisiko seperti saham jadi kurang menarik, karena memegang obligasi terasa lebih menguntungkan dengan risiko lebih kecil. Begitu tekanan jual itu berkurang, beban di pasar saham ikut longgar, dan Wall Street pun menguat.
Dari situ ceritanya menyeberang ke Tokyo. Bursa Jepang buka setelah perdagangan di AS selesai, sehingga arah Wall Street kerap menjadi acuan pertama saat sesi Asia dimulai. Sentimen positif dari New York inilah yang terbawa ke saham-saham Jepang hari ini, terutama sektor terkait chip yang sensitif terhadap perubahan selera risiko global.
Yang perlu diingat, pemicu di baliknya, yaitu redanya gejolak di obligasi AS, adalah kondisi yang bisa berubah. Kalau tekanan jual di sana kembali muncul dan imbal hasil naik lagi, suasana yang mendukung saham hari ini bisa berbalik dengan cepat. Karena itu, arah pasar ke depan sangat bergantung pada bagaimana pasar obligasi AS bergerak pada sesi-sesi berikutnya.