content dev


Minat Warga AS pada Stablecoin Naik ke 56% Saat Ada Pengaman Ala Bank

28 September 2026, 12:36 WIB


Sebuah survei yang dirilis Visa menemukan minat warga Amerika Serikat terhadap stablecoin melonjak hingga 56% ketika aset digital itu dilengkapi pengaman bergaya perbankan. Satu benang merah menonjol dari temuan ini: yang menahan orang untuk memakai stablecoin bukan teknologinya, melainkan rasa percaya.

Stablecoin adalah jenis aset kripto yang sengaja dirancang agar nilainya tetap stabil, berbeda dengan Bitcoin yang harganya bisa naik dan turun tajam dalam waktu singkat. Di sinilah letak persoalannya. Ketika sebuah aset digital diberi pengaman yang mirip aturan di bank, misalnya perlindungan dan pengawasan atas dana, risiko kehilangan uang terasa lebih kecil di mata calon pengguna. Rasa aman itulah yang membuat minat naik: orang lebih bersedia mencoba sesuatu yang baru kalau ada jaring pengaman yang mereka kenali, sama seperti mereka lebih tenang menaruh uang di tempat yang diawasi.

Meski begitu, kepercayaan masih menjadi penghalang terbesar, dan survei yang sama menunjukkan seberapa jauh jaraknya. Sebanyak 56% warga AS mengaku belum pernah mendengar soal stablecoin sama sekali, dan di antara mereka yang pernah mendengar, banyak yang mengira nilainya bisa seliar Bitcoin. Anggapan keliru ini menandakan celah pemahaman yang lebar; sulit membangun kepercayaan pada sesuatu yang bahkan belum dikenali, apalagi kalau ciri utamanya, yaitu kestabilan, malah disalahpahami.

Dua sisi temuan ini yang membuat gambarannya belum pasti. Di satu sisi, minat bisa tumbuh cepat begitu pengaman dan penjelasan yang jelas tersedia. Di sisi lain, selama sebagian besar publik belum mengenal apa itu stablecoin, angka minat yang tinggi tadi masih bergantung pada seberapa berhasil kesenjangan pemahaman ini dipersempit. Sinyal yang layak diperhatikan ke depan adalah apakah familiaritas warga meningkat dan apakah kesalahpahaman soal volatilitas mulai berkurang.


Hubungi Marketing Kami Disini!

WhatsApp Icon