content dev


Harga Minyak Naik Lagi Setelah Trump Tolak Tawaran Damai Iran

28 September 2026, 12:21 WIB


Harga minyak kembali menguat lebih dari 1% pada Senin, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump menolak tawaran damai dari Iran yang dimaksudkan untuk meredakan konflik kedua negara sekaligus membuka kembali Selat Hormuz. Satu hal yang menggerakkan pasar hari ini sederhana: selama jalur pengiriman minyak masih terancam, pembeli bersedia membayar lebih mahal sekarang.

Untuk memahami kenapa kabar politik bisa langsung mengangkat harga, bayangkan Selat Hormuz sebagai satu pintu sempit yang harus dilewati banyak kapal tanker pembawa minyak dari kawasan Teluk menuju seluruh dunia. Kalau ada risiko pintu itu terganggu atau tertutup, sebagian pasokan yang biasanya mengalir lancar bisa tersendat. Pedagang tidak menunggu sampai gangguan benar-benar terjadi; mereka mengantisipasinya dari sekarang, dan antisipasi itulah yang mendorong harga naik. Penolakan atas tawaran damai membuat kemungkinan ketegangan berlanjut tetap terbuka, sehingga premi risiko itu belum hilang dari harga.

Yang perlu diingat, arah harga di sini sangat bergantung pada perkembangan berikutnya, dan bisa berbalik cepat. Jika muncul tanda ketegangan mereda, misalnya pembicaraan kembali dibuka atau ada jaminan jalur pelayaran tetap aman, alasan utama kenaikan hari ini bisa memudar dan tekanan naik pun berkurang. Sebaliknya, kabar yang memperkeras konflik cenderung menahan harga tetap tinggi. Karena itu berita seputar diplomasi dan status Selat Hormuz layak diikuti, sebab di situlah letak pemicu pergerakan yang sesungguhnya.


Hubungi Marketing Kami Disini!

WhatsApp Icon