content dev


Emas dan Perak Melemah Jelang Rilis Data Inflasi dan Tenaga Kerja AS

28 September 2026, 17:56 WIB


Harga emas dan perak kembali melemah dalam beberapa waktu terakhir, dengan pergerakan turun yang membuat perhatian pasar tertuju pada level $4.200 untuk emas dan area support $60 untuk perak. Pemicunya bukan satu berita tunggal, melainkan kombinasi kenaikan harga minyak dan kegelisahan menjelang rilis data inflasi serta tenaga kerja Amerika Serikat.

Benang merahnya sederhana: pasar sedang menakar seberapa lama biaya pinjaman di AS akan bertahan tinggi. Di sinilah minyak masuk. Ketika harga minyak naik, biaya energi ikut mahal, dan itu cenderung mendorong inflasi secara umum. Bila inflasi terlihat sulit turun, bank sentral AS punya alasan untuk menahan suku bunga tetap tinggi lebih lama. Suku bunga yang tinggi membuat aset yang tidak memberi bunga seperti emas dan perak jadi kurang menarik dibanding menyimpan dolar, sehingga tekanan jualnya bertambah.

Data inflasi dan tenaga kerja yang akan dirilis menjadi penentu berikutnya karena keduanya jadi bahan utama bank sentral saat memutuskan arah suku bunga. Angka yang menunjukkan inflasi masih panas atau pasar kerja masih kuat bisa memperkuat pandangan bahwa bunga bertahan tinggi, dan itu biasanya menekan logam. Sebaliknya, data yang lebih dingin dari perkiraan bisa mengubah nada pasar. Arah selanjutnya karena itu sangat bergantung pada angka yang keluar, bukan sesuatu yang bisa dipastikan dari sekarang.


Hubungi Marketing Kami Disini!

WhatsApp Icon