content dev
28 September 2026, 14:25 WIB
Nilai dana obligasi pemerintah AS versi token — aset digital yang mewakili kepemilikan atas surat utang pemerintah berjangka pendek — tercatat $14,96 miliar per 26 September. Angka itu terlihat besar sampai disandingkan dengan total nilai pasar stablecoin yang mencapai $306,607 miliar. Keduanya sama-sama hidup di blockchain, tapi skalanya jauh berbeda.
Kalau angka dana token dibagi dengan total stablecoin, hasilnya kira-kira $4,88 dana obligasi token untuk setiap $100 stablecoin. Penting dicatat: rasio ini adalah hitungan sederhana dari dua ukuran pasar yang berbeda, bukan angka resmi yang diterbitkan pasar. Ia hanya membantu membayangkan perbandingan ukuran, bukan patokan baku.
Yang lebih menarik dari sekadar ukuran adalah kenapa keduanya beda. Dana obligasi token pada dasarnya adalah surat utang pemerintah yang "dibungkus" menjadi token, sehingga pemegangnya ikut menerima imbal hasil dari utang tersebut — tercatat 3,53% (imbal hasil tahunan tujuh hari). Stablecoin sebaliknya dirancang sebagai alat bayar dan penyimpan likuiditas; nilainya dijaga stabil dan biasanya tidak memberi imbal hasil kepada pemegangnya. Jadi meski keduanya token digital, satu lebih mirip menabung sambil dapat bunga, satu lagi mirip uang tunai untuk transaksi. Perbedaan tujuan inilah yang membuat ukuran pasarnya wajar berbeda jauh.
Di kategori dana obligasi token terdapat 25 aset dengan 83.706 pemegang. Pemain terbesar dari sisi nilai adalah Ondo di $2,9 miliar, disusul Franklin Templeton Benji Investments $2,5 miliar, lalu Circle dan Securitize masing-masing $2,4 miliar. Di sisi stablecoin, dominasi masih dipegang Tether (USDT) yang mewakili 59,93% dari total kapitalisasi.
Satu hal yang perlu diwaspadai pembaca: perbandingan seperti ini sangat bergantung pada cara menghitungnya. Angka dana obligasi token mencakup kelompok produk yang sudah didefinisikan, sedangkan total stablecoin bisa memasukkan aset, jaringan, dan metode penilaian yang berbeda-beda. Kedua ukuran juga diambil pada waktu pengamatan yang tak persis sama, sehingga rasionya tidak bisa dianggap presisi. Karena itu pula, angka yang beredar bahwa dana token setara $11,39 per $100 stablecoin, atau perbandingan lama $2,99 per $100, tidak didukung oleh data ini.
Sebagai gambaran arah, sektor ini mulai dilirik pemain besar. JPMorgan lewat platform Kinexys mendukung dana pasar uang berbentuk token pada struktur dana privat maupun terdaftar, dan memakai jaringan Ethereum sebagai lapisan penghubung publik. Langkah pemain sekelas ini menunjukkan kategori dana obligasi token masih di tahap awal, dan angkanya bisa bergerak seiring lebih banyak produk serta cara penghitungan yang menyesuaikan.