content dev
28 September 2026, 13:53 WIB
Blockchain Association, kelompok yang mewakili kepentingan industri kripto di hadapan pembuat kebijakan di Amerika Serikat, mengganti pucuk pimpinannya: Summer Mersinger akan mundur sebagai CEO pada 16 Oktober, dan Kristin Smith — orang pertama yang bekerja di organisasi ini saat berdiri pada 2018 — kembali menjabat sebagai CEO sementara mulai 17 Oktober. Smith tetap merangkap sebagai presiden dewan asosiasi, dan organisasi belum mengumumkan kapan CEO tetap akan dipilih.
Buat pembaca kripto, yang menarik dari pergantian ini bukan soal harga, melainkan soal siapa yang menyuarakan industri di Washington. Tugas utama asosiasi seperti ini adalah menemui anggota Kongres dan staf lembaga pemerintah untuk ikut membentuk aturan main aset digital. Sepanjang 2026 saja kelompok ini mengadakan lebih dari 300 pertemuan dengan staf kongres dan lembaga, serta memimpin tujuh kunjungan anggota ke Capitol Hill. Artinya, arah dan intensitas dorongan kebijakan kripto sedikit banyak dipengaruhi oleh siapa yang memegang kemudi organisasi — dan pergantian ini disebut sebagai bagian dari transisi yang memang sudah direncanakan, bukan gejolak mendadak.
Smith bukan wajah baru. Ia memimpin asosiasi ini sejak awal hingga 2025, sehingga kepulangannya diposisikan sebagai penjaga kesinambungan di masa peralihan. Mersinger sendiri baru bergabung pada Juni 2025 setelah menjabat komisioner di Commodity Futures Trading Commission, dan akan tetap membantu sebagai penasihat hingga 31 Desember. "Kristin membangun asosiasi ini dari nol, dan BA berada di tangan yang tepat," ujar Mersinger.
Latar kebijakannya sendiri masih belum pasti. Secara terpisah, pada 15 September Senat memberikan suara 49-50 menolak mengakhiri debat (cloture) atas mosi untuk membahas H.R. 3633, Digital Asset Market Clarity Act. Dengan hasil itu, rancangan undang-undang tersebut tidak melaju pada tahap itu — namun perlu ditegaskan, pemungutan suara itu bukan pengesahan final maupun penolakan atas keseluruhan aturannya. Nasib beleid ini masih terbuka.
Jadi yang layak dipantau ke depan ada dua: siapa yang akhirnya ditunjuk sebagai CEO tetap, dan apakah pembahasan aturan aset digital di parlemen AS kembali bergerak setelah sempat tertahan. Keduanya belum ada jawabannya sekarang, dan sinyal paling jujur adalah menunggu langkah resmi berikutnya, bukan menebak arahnya.